Selamat Berkarya!

IB

IBX5A91769239082
KB AL HIDAYAH DEMANGAN = MEMPERSIAPKAN ANAK KE JENJANG PENDIDIKAN YANG LEBIH TINGGI dipersembahkan oleh : Biotek Multi Karya "KAMI SIAP MELAYANI ANDA : FOTO KOPI, CETAK ULEM, DEPOSIT PULSA, PRINT, DEKORASI, RIAS PENGANTIN"

Lihat Limbah Baglog : Murid SMA Negeri 1 Sidoharjo lakukan Valorisasi Baglog Jamur Afkir

 

Budidaya jamur merupakan salah satu kegiatan pertanian yang berkembang di Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah tahun 2020, Kabupaten Wonogiri memiliki luas panen jamur sebesar 31.045 m² dengan produksi mencapai 1.520.961 kg. Tingginya aktivitas budidaya tersebut menghasilkan residu berupa baglog afkir setelah masa produktif berakhir. Apabila tidak dikelola dengan baik, akumulasi baglog afkir berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Di sisi lain, baglog afkir masih mengandung bahan organik, terutama komponen lignoselulosa, sehingga memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali melalui pendekatan valorisasi.

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media tamantanam “Wana Karya”, yaitu material organik hasil valorisasi baglog yang berpotensi dimanfaatkan sebagai media tanam atau pembenah tanah. Valorisasi dilakukan dengan mengolah baglog afkir melalui proses dekomposisi untuk meningkatkan nilai guna residu dan mengarahkannya kembali ke dalam sistem pertanian. Berdasarkan hasil uji praktik, tanaman yang menggunakan Wana Karya menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanaman yang menggunakan baglog tanpa proses valorisasi. Sedangkan, hasil analisis laboratorium Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret menunjukkan bahwa Wana Karya memiliki C-organik 36,35%, N-total 0,65%, P 0,58%, K 1,53%, Ca 4,89%, dan daya hantar listrik (DHL) 0,15 mS/cm. Berdasarkan kandungan C-organik dan N-total tersebut, rasio C/N Wana Karya mencapai sekitar 55,9, yang menunjukkan bahwa material masih memiliki kandungan karbon relatif tinggi dan berpotensi memerlukan proses stabilisasi atau pematangan lebih lanjut sebelum digunakan secara optimal sebagai media tanam. Sementara itu, nilai DHL yang rendah menunjukkan bebas dari tingkat garam terlarut yang berbahaya, sehingga akar halus tanaman tidak akan mengalami dehidrasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wana Karya memiliki prospek sebagai material organik hasil valorisasi baglog jamur, terutama sebagai bahan yang berpotensi dimanfaatkan dalam media tanam atau pembenah tanah. Pemanfaatan ini tidak hanya berpotensi mengurangi akumulasi residu baglog, tetapi juga mengubah residu budidaya jamur menjadi sumber daya yang dapat dikembalikan ke dalam sistem pertanian. Dengan demikian, inovasi Wana Karya dapat menjadi salah satu pendekatan penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan residu budidaya jamur dan mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Wonogiri.

kompos

0 Comment for "Lihat Limbah Baglog : Murid SMA Negeri 1 Sidoharjo lakukan Valorisasi Baglog Jamur Afkir"

Back To Top