Budidaya
jamur merupakan salah satu kegiatan pertanian yang berkembang di Kabupaten
Wonogiri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah
tahun 2020, Kabupaten Wonogiri memiliki luas panen jamur sebesar 31.045 m²
dengan produksi mencapai 1.520.961 kg. Tingginya aktivitas budidaya tersebut
menghasilkan residu berupa baglog afkir setelah masa produktif berakhir.
Apabila tidak dikelola dengan baik, akumulasi baglog afkir berpotensi
menimbulkan permasalahan lingkungan. Di sisi lain, baglog afkir masih
mengandung bahan organik, terutama komponen lignoselulosa, sehingga
memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali melalui pendekatan valorisasi.
Penelitian
ini bertujuan mengembangkan media tamantanam “Wana Karya”, yaitu material
organik hasil valorisasi baglog yang berpotensi dimanfaatkan sebagai media
tanam atau pembenah tanah. Valorisasi dilakukan dengan mengolah baglog afkir
melalui proses dekomposisi untuk meningkatkan nilai guna residu dan
mengarahkannya kembali ke dalam sistem pertanian. Berdasarkan hasil uji praktik,
tanaman yang menggunakan Wana Karya menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik
dibandingkan tanaman yang menggunakan baglog tanpa proses valorisasi. Sedangkan,
hasil analisis laboratorium Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian
Universitas Sebelas Maret menunjukkan bahwa Wana Karya memiliki C-organik
36,35%, N-total 0,65%, P 0,58%, K 1,53%, Ca 4,89%, dan daya hantar listrik
(DHL) 0,15 mS/cm. Berdasarkan kandungan C-organik dan N-total tersebut, rasio
C/N Wana Karya mencapai sekitar 55,9, yang menunjukkan bahwa material masih
memiliki kandungan karbon relatif tinggi dan berpotensi memerlukan proses
stabilisasi atau pematangan lebih lanjut sebelum digunakan secara optimal
sebagai media tanam. Sementara itu, nilai DHL yang rendah menunjukkan bebas
dari tingkat garam terlarut yang berbahaya, sehingga akar halus tanaman tidak
akan mengalami dehidrasi.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Wana Karya memiliki prospek sebagai material
organik hasil valorisasi baglog jamur, terutama sebagai bahan yang berpotensi
dimanfaatkan dalam media tanam atau pembenah tanah. Pemanfaatan ini tidak hanya
berpotensi mengurangi akumulasi residu baglog, tetapi juga mengubah residu
budidaya jamur menjadi sumber daya yang dapat dikembalikan ke dalam sistem
pertanian. Dengan demikian, inovasi Wana Karya dapat menjadi salah satu
pendekatan penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan residu budidaya jamur
dan mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Wonogiri.


0 Comment for "Lihat Limbah Baglog : Murid SMA Negeri 1 Sidoharjo lakukan Valorisasi Baglog Jamur Afkir"